Perjalanan dari Medan menuju Parapat

Perjalanan dari Medan menuju Parapat ditempuh dalam waktu 5 jam menggunakan mobil rental seharga 450 ribu (tentunya merupakan harga keluarga), karena biaya normal untuk rental mobil adalah 600 ribu sudah termasuk biaya supir dan bensin. Lama perjalanan akan berbeda tergantung jenis transportasi yang digunakan. Kalau menggunakan travel, perjalanan ditempuh selama 6 jam dengan biaya 100 ribu. Kapasitas mobil travel sebanyak 10 orang dan bisa lebih padat tergantung jumlah barang yang dibawa. Jadi tinggal disesuaikan saja dengan suasana hati dan anggaran yang ada.

Setelah melewati wilayah Deli Serdang, kita dapat beristirahat sejenak sambil menikmati makan siang di sebuah restoran melayu milik orang Mandailing yang berada di Lubuk Pakam, sekitar 40 menit dari Bandara. Kemudian kita akan melewati pusat jajanan dan oleh-oleh berupa dodol, sirup, ting-ting, asinan dan lain sebagainya yang berada di wilayah pasar Bengkel Parbaungan-Tebing Tinggi.

Ada suatu daerah bernama Kampung Rambutan, dimana masyarakat di sepanjang jalan ini memproduksi batu bata merah yang disuplai ke toko bangunan di kota Medan. Bahan bakunya relatif murah karena komposisi tanah merah di wilayah ini sudah mengandung pasir. Sepanjang jalan lintas sumatera ini terutama di Serdang Bedagei, kita akan sering menjumpai perkebunan kelapa sawit dan karet milik PTPN.

Kota Tebing Tinggi terlihat sangat bersih dan rapi. Tidak tampak pedagang kaki lima yang berjualan menggunakan fasilitas publik seperti di trotoar dan halte. Semua terlihat tertib, bahkan masyarakat di daerah inipun memiliki inisiatif dalam menjaga kebersihan lingkungan disekitar tempat tinggalnya. Kota Tebing Tinggi memiliki persimpangan yang menuju ke Rantau Parapat (ke arah Riau, Kisaran dll) dan Parapat (Danau Toba, kabupaten Simalungun).

Pematang Siantar memiliki dua jalan utama yaitu Jl. Sutomo dan Jl. Merdeka. Salah satu yang khas di daerah ini dan hampir terdapat di sepanjang jalan adalah becak motor (Bentor) yang menggunakan motor tua seperti Harley. Wisatawan dapat mengambil gambar bahkan mengendarai Bentor tersebut hanya dengan memberikan uang sukarela kepada pemilik Bentor. Di jalan Medan Sinaksak, terdapat rumah makan dengan menu utama burung goreng Rua-Rua. Burung tersebut sering terdapat di areal persawahan. Daging yang empuk dipadukan dengan sambal pedas-manis, membuat burung goreng Rua-Rua menjadi menu favorit pengunjung. Setelah melewati Pematang Siantar, kita akan menjumpai simpang dua (pusat masakan Babi Panggang :) – ), dimana arah kiri menuju ke Parapat dan arah kanan menuju ke Brastagi. Dari Pematang Siantar ke Brastagi ditempuh dalam waktu 3 jam.

Salam,

Adolf Leopold Sihombing

Komentar ditutup.